Sejarah, Ciri, dan Tujuan Filsafat

Sejarah, Ciri, dan Tujuan Filsafat – Pengertian filsafat atau dalam dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan “philoshopy” merupakan gabungan  dari dua kata. Secara bahasa, “filsafat” terdiri atas “philein” dan “sofein” atau “philos” dan “shopi”. Penggalan kata pertama memiliki makna cinta, sementara penggalan kata kedua memiliki makna kebijaksanaan.

Secara istilah, filsafat dapat diartikan dengan proses atau tahapan pemikiran yang melibatkan analisa dan kajian mendalam sehingga akan memunculkan solusi atau poin pemikiran terbaru

Berdasarkan pengertiannya, munculnya kata “filsafat” didasari oleh sejarah. Selain itu, filsafat juga memiliki ciri-ciri dan tujuan yang jelas seperti ulasan berikut ini.

Sejarah Filsafat

Filsafat berkembang disebabkan oleh pemikiran-pemikiran mengenai ilmu pengetahuan pada abad 6 SM. Sehingga, lahirlah tokoh filsafat terkenal seperti Herakleitos dan Parmenides yang menjadi motivasi para filsuf hingga saat ini.

Filsafat terbagi atas periodisasi dan aliran. Untuk pembagian jenis filsafat berdasarkan periode, filsafat tersebut terdiri atas:

  • Filsafat Yunani, terbagi atas zaman pra-Yunani kuno, abad Yunani kuno, zaman keemasan Yunani, zaman Helinitis dan Romawi, abad pertengahan, zaman Renaissance, zaman modern, dan zaman kontemporer.
  • Filsafat China, terbagi atas zaman kuno, pembauran, Neokonfusionisme, dan modern. Pada umumnya, pembahasan pokok dari periodisasi China membahas seputar perikemanusiaan.
  • Filsafat India, terbagi atas zaman Weda, zamman Wiracarita, zaman Sutra-sutra, dan zaman Skolastik.
  • Filsafat Islam, terbagi atas periode Mutakallimin dan filsafat Islam.

Bersamaan dengan lahirnya periodisasi filsafat, maka muncullah aliran-aliran filsafat seperti

  • Positivisme
  • Idealisme
  • Konstruktivisme
  • Humanisme
  • Rasionalisme
  • Marxisme
  • Eksistensialisme
  • Fenomenologi
  • Pragmatisme
  • Neokantianianisme
  • Neotomisme

Ciri-ciri Filsafat

Filsafat memiliki ciri-ciri yang mendasar, menyeluruh, dan spekulatif.

  • Mendasar, didasari oleh keilmuan secara menyeluruh dan memiliki esensi terhadap sebuah objek.
  • Menyeluruh, merupakan ilmu yang luas dan mencakup segala ilmu seperti hubungan ilmu ataupun cabang-cabang ilmu lainnya.
  • Spekulatif (non-faktual), mereka yang berfilsafat nantinya akan melahirkan pemikiran-pemikiraan baru yang dapat dijadikan sebagai solusi akan masalah-masalah terkait.

Tujuan Filsafat

Filsafat dilakukan bukan serta-merta mendapatkan pemikiran baru tanpa mengandung esensi atau tujuan terkait. Melainkan, berfilsafat akan melahirkan pemikiran yang menjadi tatanan atau pedoman bagi masalah-masalah kehidupan lainnya dengan tujuan:

  • Menjadikan manusia sebagai makhluk yang berpengetahuan dan terdidik.
  • Memiliki pandangan yang luas sehingga melahirkan ptibadi yang bijaksana.
  • Mendidik jiwa agar senantiasa berpikir kritis sehingga paham akan akar-akar dan pembagian ilmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *